{"id":1398,"date":"2025-06-13T10:34:13","date_gmt":"2025-06-13T10:34:13","guid":{"rendered":"https:\/\/elkuator.com\/?p=1398"},"modified":"2025-08-04T22:09:24","modified_gmt":"2025-08-04T15:09:24","slug":"ekologi-dalam-al-quran-dan-tantangan-sosial-pertambangan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/elkuator.com\/id\/blog\/2025\/06\/13\/ekologi-dalam-al-quran-dan-tantangan-sosial-pertambangan\/","title":{"rendered":"Ekologi dalam Al-Qur&#8217;an dan Tantangan Sosial Pertambangan"},"content":{"rendered":"<div data-elementor-type=\"wp-post\" data-elementor-id=\"1398\" class=\"elementor elementor-1398\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-18e9c1ba e-flex e-con-boxed e-con e-parent\" data-id=\"18e9c1ba\" data-element_type=\"container\" data-e-type=\"container\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"e-con-inner\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-31e23ac3 elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"31e23ac3\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>\u201cTelah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh perbuatan tangan manusia\u2026\u201d<\/em> (QS. Ar-Rum: 41)<\/p>\n\n<p style=\"text-align: justify;\">Ayat ini menjadi pengingat keras bahwa manusia bukan hanya makhluk spiritual, tetapi juga agen ekologis yang memiliki pengaruh besar terhadap keseimbangan alam. Al-Qur\u2019an tidak memosisikan lingkungan sebagai latar pasif kehidupan manusia, melainkan sebagai bagian integral dari amanah kekhalifahan (<em>khil\u0101fah<\/em>) yang diemban oleh umat manusia di bumi.<\/p>\n\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam perspektif Al-Qur&#8217;an, bumi dan segala isinya diciptakan dalam keteraturan dan keseimbangan (QS. Ar-Rahman: 7\u20139). Allah menciptakan langit, bumi, air, tumbuhan, dan hewan bukan hanya sebagai sarana kehidupan, tetapi juga sebagai ayat\u2014tanda-tanda kekuasaan-Nya. Maka dari itu, manusia tidak hanya hidup di bumi, tetapi juga ditugaskan untuk menjaganya. Eksploitasi sumber daya tidak boleh melebihi batas-batas kemaslahatan bersama.<\/p>\n\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, dalam realitas sosial-ekonomi saat ini, terutama di kawasan kaya sumber daya alam seperti Kalimantan, fungsi ekologis bumi sering kali terabaikan dalam pusaran kepentingan industri pertambangan. Kekayaan tambang\u2014seperti batu bara, emas, dan nikel\u2014telah menjelma menjadi komoditas utama yang menggerakkan ekonomi nasional, tetapi sering kali dengan biaya ekologis dan sosial yang tinggi.<\/p>\n\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pertambangan dan Luka Sosial-Ekologis<\/strong><\/p>\n\n<p style=\"text-align: justify;\">Dampak pertambangan tidak hanya mencakup kerusakan lahan, pencemaran sungai, atau hilangnya habitat. Pertambangan juga menimbulkan luka sosial, seperti konflik agraria, marginalisasi masyarakat adat, ketimpangan distribusi manfaat, dan krisis kesehatan akibat limbah beracun. Kawasan seperti Ketapang, Sanggau, dan Murung Raya di Kalimantan mencatat berbagai kasus sengketa lahan antara masyarakat adat dan perusahaan tambang.<\/p>\n\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam konteks ini, peringatan Al-Qur&#8217;an dalam QS. Al-A&#8217;raf: 56, <em>\u201cJanganlah kalian membuat kerusakan di muka bumi setelah (Allah) memperbaikinya\u201d<\/em>, menjadi sangat relevan. Kerusakan tidak hanya berarti fisik, tetapi juga sosial\u2014ketika manusia gagal merawat keterhubungan antara alam dan nilai-nilai kemanusiaan.<\/p>\n\n<p style=\"text-align: justify;\">Eksploitasi yang tidak terkendali merupakan bentuk pengkhianatan terhadap amanah ekologis. Pertambangan yang hanya berorientasi pada keuntungan jangka pendek tanpa mempertimbangkan keberlanjutan adalah manifestasi dari tindakan <em>fas\u0101d<\/em>\u2014kerusakan yang dikecam dalam banyak ayat. Dalam QS. Al-Baqarah: 205, Allah mengingatkan bahwa ada manusia yang, ketika diberi kekuasaan di bumi, justru merusak tanah dan membinasakan makhluk hidup, meskipun mereka berpura-pura membawa perbaikan.<\/p>\n\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan: Sebuah Fiqih Baru?<\/strong><\/p>\n\n<p id=\"8ffd04ae-6462-4ce3-8efb-a81ddf0f8d50\" style=\"text-align: justify;\">Islam memiliki prinsip maslahah (kemanfaatan) dan <em>l\u0101 dharara wa l\u0101 dhir\u0101r<\/em> (tidak membahayakan dan tidak saling membahayakan) yang sangat relevan terhadap isu pertambangan. Sebuah proyek yang merusak lingkungan, mengabaikan hak masyarakat lokal, dan menciptakan kerugian jangka panjang jelas bertentangan dengan <em>maq\u0101shid al-syar\u012b\u2019ah<\/em>\u2014tujuan syariat yang melindungi jiwa, akal, keturunan, dan harta.<\/p>\n\n<p id=\"0dd35885-d68d-4922-9d4c-412456ee6e3b\" style=\"text-align: justify;\">Al-Qur&#8217;an juga memperkenalkan prinsip wasathiyyah (keseimbangan) dalam pemanfaatan sumber daya. Tidak semua kekayaan bumi boleh diambil tanpa mempertimbangkan dampak ekologis dan sosial. QS. Al-Furqan: 67 menegaskan, <em>\u201cDan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan dan tidak kikir, tetapi berada di tengah-tengah antara keduanya&#8221;<\/em>. Artinya, konsumsi dan produksi dalam Islam dituntun oleh prinsip keberlanjutan. Eksploitasi masif yang menyebabkan deforestasi dan kekeringan sungai, jelas bertentangan dengan nilai-nilai ini.<\/p>\n\n<p id=\"902f67b8-d0c5-483b-9055-8b1f6387ca80\" style=\"text-align: justify;\">Dalam konteks kontemporer, diperlukan pembacaan ulang terhadap ayat-ayat ekologis untuk membentuk etika pertambangan yang adil dan berkelanjutan. Hal ini menuntut kehadiran fiqih lingkungan\u2014yaitu perangkat etis dan hukum Islam yang mampu merespons tantangan modern, mulai dari reklamasi pasca-tambang, keadilan restoratif bagi masyarakat yang terdampak, hingga tata kelola tambang yang transparan dan partisipatif.<\/p>\n\n<p id=\"0f73d3cf-947e-4a99-b832-fc5c74f22b37\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Ekoteologi sebagai Basis Gerakan<\/strong><\/p>\n\n<p id=\"6eb26f14-11ca-4f0e-af17-32bd079656ea\" style=\"text-align: justify;\">Sebagian cendekiawan Muslim kontemporer mengusulkan pendekatan ekoteologi Islam, yang memahami relasi antara Tuhan, manusia, dan alam secara teologis. Dalam pendekatan ini, tindakan menjaga bumi bukan hanya kewajiban moral atau hukum, tetapi juga merupakan bagian dari ibadah. Kerusakan lingkungan tidak hanya berarti pelanggaran sosial, tetapi juga pelanggaran spiritual.<\/p>\n\n<p id=\"8a0c7c8f-bcf7-45b6-8fd1-e7a6fd24256c\" style=\"text-align: justify;\">Al-Qur&#8217;an memberikan kerangka nilai; namun, manusialah yang bertanggung jawab untuk menerjemahkannya menjadi kebijakan dan tindakan. Tidak cukup hanya menanam pohon atau melakukan gerakan serupa. Harus ada keadilan struktural yang memastikan masyarakat lokal tidak menjadi korban eksploitasi sumber daya mereka sendiri.<\/p>\n\n<p id=\"b35cb8a9-f85f-4564-bb4c-45964ee0f0df\" style=\"text-align: justify;\">Sebagai penutup, dalam pandangan Islam, merawat bumi bukanlah pilihan, melainkan kewajiban spiritual. Al-Qur\u2019an menegaskan bahwa setiap kerusakan akan kembali kepada manusia sebagai dampaknya (QS. Ash-Shura: 30). Oleh karena itu, di tengah derasnya eksploitasi pertambangan, kita diingatkan bahwa pembangunan sejati adalah yang selaras antara kemajuan, keadilan sosial, dan kelestarian ekologis.<\/p>\n\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0<\/p>\n\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cTelah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh perbuatan tangan manusia\u2026\u201d (QS. Ar-Rum: 41).<\/p>","protected":false},"author":4,"featured_media":1399,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[29],"tags":[33,31,75,36,34,32],"class_list":["post-1398","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tafsir-dan-pemikiran","tag-al-quran","tag-ekologi","tag-pertambangan","tag-sawit","tag-sosial","tag-tafsir"],"blocksy_meta":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Ekologi dalam Al-Qur&#039;an dan Tantangan Sosial Pertambangan - elkuator<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"\u201cTelah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh perbuatan tangan manusia\u2026\u201d (QS. Ar-Rum: 41).\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/elkuator.com\/id\/ekologi-dalam-al-quran-dan-tantangan-sosial-pertambangan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ekologi dalam Al-Qur&#039;an dan Tantangan Sosial Pertambangan - elkuator\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"\u201cTelah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh perbuatan tangan manusia\u2026\u201d (QS. Ar-Rum: 41).\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/elkuator.com\/id\/ekologi-dalam-al-quran-dan-tantangan-sosial-pertambangan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"elkuator\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-06-13T10:34:13+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-08-04T15:09:24+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/elkuator.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/bc276e26-6545-40cf-a122-d88e15d93bc6.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1152\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"866\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Syaikh Fahmi Azhar\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Syaikh Fahmi Azhar\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/elkuator.com\\\/ekologi-dalam-al-quran-dan-tantangan-sosial-pertambangan\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/elkuator.com\\\/ekologi-dalam-al-quran-dan-tantangan-sosial-pertambangan\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Syaikh Fahmi Azhar\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/elkuator.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/f107a9d7fa3835cbcc62e4daeec74850\"},\"headline\":\"Ekologi dalam Al-Qur&#8217;an dan Tantangan Sosial Pertambangan\",\"datePublished\":\"2025-06-13T10:34:13+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-04T15:09:24+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/elkuator.com\\\/ekologi-dalam-al-quran-dan-tantangan-sosial-pertambangan\\\/\"},\"wordCount\":659,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/elkuator.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/elkuator.com\\\/ekologi-dalam-al-quran-dan-tantangan-sosial-pertambangan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/elkuator.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/06\\\/bc276e26-6545-40cf-a122-d88e15d93bc6.webp\",\"keywords\":[\"al-qur'an\",\"ekologi\",\"pertambangan\",\"sawit\",\"sosial\",\"tafsir\"],\"articleSection\":[\"Tafsir &amp; Pemikiran\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/elkuator.com\\\/ekologi-dalam-al-quran-dan-tantangan-sosial-pertambangan\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/elkuator.com\\\/ekologi-dalam-al-quran-dan-tantangan-sosial-pertambangan\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/elkuator.com\\\/ekologi-dalam-al-quran-dan-tantangan-sosial-pertambangan\\\/\",\"name\":\"Ekologi dalam Al-Qur'an dan Tantangan Sosial Pertambangan - elkuator\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/elkuator.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/elkuator.com\\\/ekologi-dalam-al-quran-dan-tantangan-sosial-pertambangan\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/elkuator.com\\\/ekologi-dalam-al-quran-dan-tantangan-sosial-pertambangan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/elkuator.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/06\\\/bc276e26-6545-40cf-a122-d88e15d93bc6.webp\",\"datePublished\":\"2025-06-13T10:34:13+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-04T15:09:24+00:00\",\"description\":\"\u201cTelah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh perbuatan tangan manusia\u2026\u201d (QS. Ar-Rum: 41).\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/elkuator.com\\\/ekologi-dalam-al-quran-dan-tantangan-sosial-pertambangan\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/elkuator.com\\\/ekologi-dalam-al-quran-dan-tantangan-sosial-pertambangan\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/elkuator.com\\\/ekologi-dalam-al-quran-dan-tantangan-sosial-pertambangan\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/elkuator.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/06\\\/bc276e26-6545-40cf-a122-d88e15d93bc6.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/elkuator.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/06\\\/bc276e26-6545-40cf-a122-d88e15d93bc6.webp\",\"width\":1152,\"height\":866,\"caption\":\"Dihasilkan dengan Elementor AI\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/elkuator.com\\\/ekologi-dalam-al-quran-dan-tantangan-sosial-pertambangan\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/elkuator.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Ekologi dalam Al-Qur&#8217;an dan Tantangan Sosial Pertambangan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/elkuator.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/elkuator.com\\\/\",\"name\":\"elkuator\",\"description\":\"elkuator\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/elkuator.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/elkuator.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/elkuator.com\\\/#organization\",\"name\":\"elkuator\",\"url\":\"https:\\\/\\\/elkuator.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/elkuator.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/elkuator.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/09\\\/logo-elkuator-1-scaled.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/elkuator.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/09\\\/logo-elkuator-1-scaled.png\",\"width\":2560,\"height\":845,\"caption\":\"elkuator\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/elkuator.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/elkuator.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/f107a9d7fa3835cbcc62e4daeec74850\",\"name\":\"Syaikh Fahmi Azhar\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/11d2f197fdb11d433b353111edb1a66f03d456c0b1270a466402dd53e2262e54?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/11d2f197fdb11d433b353111edb1a66f03d456c0b1270a466402dd53e2262e54?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/11d2f197fdb11d433b353111edb1a66f03d456c0b1270a466402dd53e2262e54?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Syaikh Fahmi Azhar\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/elkuator.com\\\/id\\\/blog\\\/author\\\/fahmi\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ekologi dalam Al-Qur'an dan Tantangan Sosial Pertambangan - elkuator","description":"\u201cTelah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh perbuatan tangan manusia\u2026\u201d (QS. Ar-Rum: 41).","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/elkuator.com\/id\/ekologi-dalam-al-quran-dan-tantangan-sosial-pertambangan\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Ekologi dalam Al-Qur'an dan Tantangan Sosial Pertambangan - elkuator","og_description":"\u201cTelah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh perbuatan tangan manusia\u2026\u201d (QS. Ar-Rum: 41).","og_url":"https:\/\/elkuator.com\/id\/ekologi-dalam-al-quran-dan-tantangan-sosial-pertambangan\/","og_site_name":"elkuator","article_published_time":"2025-06-13T10:34:13+00:00","article_modified_time":"2025-08-04T15:09:24+00:00","og_image":[{"width":1152,"height":866,"url":"https:\/\/elkuator.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/bc276e26-6545-40cf-a122-d88e15d93bc6.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Syaikh Fahmi Azhar","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Syaikh Fahmi Azhar","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/elkuator.com\/ekologi-dalam-al-quran-dan-tantangan-sosial-pertambangan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/elkuator.com\/ekologi-dalam-al-quran-dan-tantangan-sosial-pertambangan\/"},"author":{"name":"Syaikh Fahmi Azhar","@id":"https:\/\/elkuator.com\/#\/schema\/person\/f107a9d7fa3835cbcc62e4daeec74850"},"headline":"Ekologi dalam Al-Qur&#8217;an dan Tantangan Sosial Pertambangan","datePublished":"2025-06-13T10:34:13+00:00","dateModified":"2025-08-04T15:09:24+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/elkuator.com\/ekologi-dalam-al-quran-dan-tantangan-sosial-pertambangan\/"},"wordCount":659,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/elkuator.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/elkuator.com\/ekologi-dalam-al-quran-dan-tantangan-sosial-pertambangan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/elkuator.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/bc276e26-6545-40cf-a122-d88e15d93bc6.webp","keywords":["al-qur'an","ekologi","pertambangan","sawit","sosial","tafsir"],"articleSection":["Tafsir &amp; Pemikiran"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/elkuator.com\/ekologi-dalam-al-quran-dan-tantangan-sosial-pertambangan\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/elkuator.com\/ekologi-dalam-al-quran-dan-tantangan-sosial-pertambangan\/","url":"https:\/\/elkuator.com\/ekologi-dalam-al-quran-dan-tantangan-sosial-pertambangan\/","name":"Ekologi dalam Al-Qur'an dan Tantangan Sosial Pertambangan - elkuator","isPartOf":{"@id":"https:\/\/elkuator.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/elkuator.com\/ekologi-dalam-al-quran-dan-tantangan-sosial-pertambangan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/elkuator.com\/ekologi-dalam-al-quran-dan-tantangan-sosial-pertambangan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/elkuator.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/bc276e26-6545-40cf-a122-d88e15d93bc6.webp","datePublished":"2025-06-13T10:34:13+00:00","dateModified":"2025-08-04T15:09:24+00:00","description":"\u201cTelah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh perbuatan tangan manusia\u2026\u201d (QS. Ar-Rum: 41).","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/elkuator.com\/ekologi-dalam-al-quran-dan-tantangan-sosial-pertambangan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/elkuator.com\/ekologi-dalam-al-quran-dan-tantangan-sosial-pertambangan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/elkuator.com\/ekologi-dalam-al-quran-dan-tantangan-sosial-pertambangan\/#primaryimage","url":"https:\/\/elkuator.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/bc276e26-6545-40cf-a122-d88e15d93bc6.webp","contentUrl":"https:\/\/elkuator.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/bc276e26-6545-40cf-a122-d88e15d93bc6.webp","width":1152,"height":866,"caption":"Dihasilkan dengan Elementor AI"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/elkuator.com\/ekologi-dalam-al-quran-dan-tantangan-sosial-pertambangan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/elkuator.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Ekologi dalam Al-Qur&#8217;an dan Tantangan Sosial Pertambangan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/elkuator.com\/#website","url":"https:\/\/elkuator.com\/","name":"elkuator","description":"elkuator","publisher":{"@id":"https:\/\/elkuator.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/elkuator.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/elkuator.com\/#organization","name":"elkuator","url":"https:\/\/elkuator.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/elkuator.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/elkuator.com\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/logo-elkuator-1-scaled.png","contentUrl":"https:\/\/elkuator.com\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/logo-elkuator-1-scaled.png","width":2560,"height":845,"caption":"elkuator"},"image":{"@id":"https:\/\/elkuator.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/elkuator.com\/#\/schema\/person\/f107a9d7fa3835cbcc62e4daeec74850","name":"Syaikh Fahmi Azhar","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/11d2f197fdb11d433b353111edb1a66f03d456c0b1270a466402dd53e2262e54?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/11d2f197fdb11d433b353111edb1a66f03d456c0b1270a466402dd53e2262e54?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/11d2f197fdb11d433b353111edb1a66f03d456c0b1270a466402dd53e2262e54?s=96&d=mm&r=g","caption":"Syaikh Fahmi Azhar"},"url":"https:\/\/elkuator.com\/id\/blog\/author\/fahmi\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/elkuator.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1398","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/elkuator.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/elkuator.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/elkuator.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/elkuator.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1398"}],"version-history":[{"count":23,"href":"https:\/\/elkuator.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1398\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2277,"href":"https:\/\/elkuator.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1398\/revisions\/2277"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/elkuator.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1399"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/elkuator.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1398"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/elkuator.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1398"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/elkuator.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1398"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}